SURABAYA – Sebuah tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya berhasil memberdayakan para pedagang kaki lima (PKL) di area kuliner legendaris "Jalur Gaza". Program yang mengusung konsep green economy atau ekonomi hijau berbasis teknologi ini berhasil meningkatkan pendapatan para pedagang sebesar 12%.
"Jalur Gaza" sendiri adalah sebutan untuk sebuah gang di samping kampus Unitomo yang menjadi pusat kuliner dan ekonomi informal bagi mahasiswa dan masyarakat. Namun, kawasan ini mengalami pukulan berat selama pandemi Covid-19, dengan omzet para pedagang yang anjlok lebih dari 50%.Melihat kondisi tersebut, tim PKM yang diketuai oleh Achmaad Choiron, S.Kom, MT, tergerak untuk melakukan pendampingan. Program pemberdayaan ini difokuskan untuk meningkatkan pendapatan mitra, yaitu Paguyuban PKL Jalur Gaza Surabaya, melalui penerapan teknologi dalam kerangka ekonomi hijau dan pemasaran online.
Metode yang diterapkan tim tidak hanya sekadar teori. Mereka memberikan pelatihan langsung tentang strategi produksi dengan prinsip green economy, teknik pemasaran, dan pembukuan sederhana. Selanjutnya, dilakukan pendampingan intensif kepada setiap pedagang untuk memastikan materi pelatihan dapat dipraktikkan, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan.
Hasilnya cukup signifikan. Berkat pendampingan yang komprehensif, para pedagang berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12%. Keberhasilan program ini juga menghasilkan sejumlah luaran yang mendokumentasikan ilmu dan dampaknya, seperti publikasi jurnal di Sinta 4, penulisan book chapter, konten video di YouTube, dan pemberitaan di beberapa media online.
Program ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, menggabungkan semangat kewirausahaan dengan prinsip ekonomi hijau dan dukungan teknologi, sektor usaha mikro seperti PKL dapat bangkit dan meningkatkan daya saingnya di era digital.

0 Komentar